INTEGRITAS.web.id - DELI SERDANG, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menyiapkan beasiswa senilai total Rp4,25 miliar bagi 7.000 pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas akses keuangan dan membiasakan pelajar menabung sejak dini.
Penyerahan simbolis beasiswa dilakukan melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SIMPel) dalam Gebyar Hari Indonesia Menabung (HIM) Kabupaten Deli Serdang 2026 di SMP Negeri 1 Tanjung Morawa, Kamis (27/8/2026).
Bupati Deli Serdang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Deli Serdang Hendra Wijaya mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan pendidikan.
Menurut dia, rekening pelajar juga menjadi sarana untuk mengenalkan pengelolaan keuangan kepada anak sejak usia dini.
Intinya bukan sekadar kepada siswa penerima beasiswa. Bagaimana para murid yang tidak menerima beasiswa juga kita tanamkan budaya gemar menabung," ujar Hendra.
Beasiswa untuk 7.000 pelajar
Program KEJAR 2026 menyasar 4.000 siswa SD dengan bantuan masing-masing Rp500.000 dan 3.000 siswa SMP dengan bantuan Rp750.000 per siswa.
Dari total sasaran tersebut, sebanyak 969 siswa telah menerima penyaluran. Sementara itu, 2.211 siswa lainnya sedang diajukan kepada Bank Sumut.
Pemkab Deli Serdang menargetkan seluruh penyaluran penerima beasiswa selesai paling lambat Oktober 2026.
Hendra mengatakan, Hari Indonesia Menabung harus menjadi momentum untuk membangun gerakan menabung secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan tahunan.
"Ini hanya momentum. Kegiatan Hari Indonesia Menabung harus terus berkelanjutan dan tidak berhenti di bulan Agustus. Inovasi harus terus dilakukan," katanya.
Ia juga mendorong agar Program KEJAR diperluas ke lebih banyak satuan pendidikan di Deli Serdang.
Salah satu inovasi yang didorong adalah bank sampah di lingkungan sekolah. Melalui program tersebut, siswa dapat belajar menabung dari hasil penjualan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Dorong literasi keuangan dan kepedulian lingkungan
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara Yovvi Sukandar mengapresiasi upaya Pemkab Deli Serdang dalam meningkatkan inklusi keuangan.
Ia mengatakan, budaya menabung dapat dibangun melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Salah satunya dengan mengolah sampah yang kemudian dijual dan hasilnya ditabung.Anak-anak atau masyarakat bisa membuka rekening dari hasil mengolah sampah yang didaur ulang," ujar Yovvi.
Menurut dia, pendekatan tersebut memberikan manfaat ganda, yakni membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tanjung Morawa Bambang Suharsono mengatakan sekolahnya menjadi salah satu sasaran Program KEJAR 2026.
Dari 1.049 siswa di sekolah tersebut, pembukaan rekening SIMPel dilakukan secara bertahap dengan dukungan Bank Sumut Cabang Lubuk Pakam.
Gebyar Hari Indonesia Menabung juga diisi berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, seperti lomba puisi bertema menabung, storytelling, melukis, dan kerajinan tangan.
Melalui Program KEJAR, Pemkab Deli Serdang bersama OJK, Bank Sumut, dan satuan pendidikan berupaya memperluas inklusi keuangan sekaligus membentuk kebiasaan menabung dan kemampuan mengelola keuangan sejak dini.
( Sopian)
Posting Komentar