INTEGRITAS.web.id - Tapanuli Utara .Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, mempercepat pemulihan sektor pendidikan setelah sejumlah fasilitas sekolah terdampak bencana.
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan membawa persoalan tersebut langsung ke pemerintah pusat melalui audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Bupati Taput melaporkan bahwa 27 sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana telah selesai direvitalisasi.
Tidak hanya memperbaiki bangunan, Pemkab Taput juga melakukan langkah mitigasi untuk mencegah risiko serupa kembali terjadi.
Salah satunya dengan merelokasi sebuah sekolah di Desa Sibalanga yang sebelumnya berada di kawasan rawan bencana.
“Keselamatan peserta didik menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penanganan fasilitas pendidikan,” kata Bupati dalam audiensi tersebut.
Meski 27 sekolah telah dipulihkan, pekerjaan pemerintah daerah belum berhenti.
Bupati Taput menyerahkan proposal revitalisasi 25 sekolah lainnya kepada Kemendikdasmen. Sekolah-sekolah tersebut dinilai masih membutuhkan perbaikan agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.
Pemkab Taput berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan terhadap usulan tersebut sehingga kebutuhan sarana pendidikan di daerah dapat ditangani secara bertahap.
Bupati juga mengundang Mendikdasmen Abdul Mu'ti untuk hadir di Tarutung dan membuka secara resmi Rakernas V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia.
Dalam kunjungan itu, Mendikdasmen juga diharapkan dapat melihat langsung kondisi sekolah yang telah selesai direvitalisasi.
Agenda Bupati dan Wakil Bupati Taput tidak berhenti di Kemendikdasmen.
Keduanya kemudian melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan keagamaan sekaligus persiapan Rakernas V MPK yang akan digelar di Tarutung.
Pemkab Taput mengundang Dirjen Bimas Kristen untuk menjadi pembicara utama sekaligus menutup rangkaian Rakernas V MPK.
Selain itu, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan dengan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.
Pemkab Taput juga mendorong agar perguruan tinggi keagamaan Kristen di berbagai daerah dapat memperkuat keterlibatan dalam wadah MPK.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat menjadi ruang bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Bagi Pemkab Taput, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun atau memperbaiki gedung sekolah. Aspek keselamatan peserta didik, kualitas pembelajaran, penguatan perguruan tinggi dan kerja sama lintas lembaga juga menjadi bagian penting.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan upaya Pemkab Taput membawa persoalan pendidikan daerah ke tingkat nasional.
Di tengah upaya pemulihan pascabencana, Tapanuli Utara juga bersiap menjadi tuan rumah Rakernas V MPK—sebuah agenda yang diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan organisasi, tetapi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi kemajuan pendidikan di daerah.
Alternatif judul yang lebih kuat:
27 Sekolah Pulih Pascabencana, Bupati Taput Ajukan Revitalisasi 25 Sekolah ke Pusat
Bawa Persoalan Sekolah Pascabencana ke Jakarta, Bupati Taput Ajukan Revitalisasi 25 Sekolah
Bupati Taput Temui Dua Menteri, Perjuangkan 25 Sekolah dan Keselamatan Siswa
Sekolah Pascabencana Jadi Perhatian, Bupati Taput Bawa 25 Proposal Revitalisasi ke Pusat
Dari 27 Sekolah yang Pulih hingga 25 Usulan Baru, Bupati Taput Kawal Pendidikan Pascabencana ( Ril )
Posting Komentar