INTEGRITAS.web.id - Bantaeng. Musim kemarau mulai berdampak terhadap produktivitas pembudidaya rumput laut di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Penyuluh Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantaeng, Andi Rahmat, S.Pi. Ia turun langsung menemui para pembudidaya rumput laut pada Rabu (12/8/2026) untuk mendengar berbagai keluhan yang mereka hadapi.
Menurut Andi, minimnya curah hujan selama musim kemarau dapat memengaruhi kondisi perairan dan memicu munculnya penyakit pada tanaman rumput laut.
Musim kemarau yang berkepanjangan ini mengubah kondisi air laut, dan perubahan itulah yang memicu penyakit pada rumput laut. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab kegagalan panen saat ini,” ujar Andi.
Ia mengatakan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan rumput laut dan hasil panen petani.
Selain persoalan penyakit, para pembudidaya juga berharap harga jual rumput laut dapat lebih stabil sehingga usaha mereka tetap memberikan keuntungan.
Di pesisir Desa Bonto Jai, sedikitnya terdapat tiga jenis rumput laut yang dibudidayakan masyarakat, yakni spinosum, cotonik, dan sakul. Ketiga jenis tersebut memiliki karakteristik dan harga jual yang berbeda.
Para petani berharap harga rumput laut jenis spinosum dapat bertahan di kisaran Rp10.000 per kilogram. Sementara itu, harga cotonik dan sakul diharapkan berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp33.000 per kilogram.
Harapan warga agar harga tetap stabil dan terus mengalami kenaikan merupakan hal yang sangat wajar. Semoga harga tetap terjaga sehingga semangat para petani dalam membudidayakan rumput laut tidak surut,” kata Andi.
Andi menegaskan, seluruh keluhan dan aspirasi pembudidaya akan dicatat untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.
Menurut dia, masukan tersebut penting sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan, sekaligus memperkuat pendampingan terhadap pembudidaya rumput laut.
“Kami akan menyampaikan berbagai kendala dan harapan petani kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan pembudidaya rumput laut,” ujarnya.
Para pembudidaya berharap dukungan pemerintah tidak hanya berupa pendampingan teknis, tetapi juga membantu menciptakan kondisi usaha yang lebih stabil, terutama dalam menghadapi perubahan musim dan fluktuasi harga.
Dengan dukungan tersebut, budidaya rumput laut di Desa Bonto Jai diharapkan tetap menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani. ( Jamaluddin )
Posting Komentar