INTEGRITAS.web.id - Brebes, Kebakaran melanda sebuah gudang barang bekas atau rongsok di wilayah RT 14/RW 04, Desa Kubuangsari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu malam, 18 September. Api mulai terlihat sekitar pukul 23.00 WIB.

Kobaran api sempat membuat warga panik. Mereka berupaya menyelamatkan barang dan harta benda di sekitar lokasi untuk mencegah api menjalar ke permukiman.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Adapun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

Kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Armada Damkar Bermasalah
Proses pemadaman menghadapi kendala. Menurut keterangan warga, armada pemadam kebakaran dari Pos Kersana tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan.

Kondisi serupa disebut terjadi pada armada pemadam kebakaran di wilayah Tanjung. Dengan demikian, dua unit armada pemerintah dilaporkan tidak dapat beroperasi secara optimal ketika kebakaran terjadi.

Kami sangat menyayangkan kondisi armada pemadam yang rusak di saat warga benar-benar membutuhkan pertolongan cepat," kata Dody, warga setempat.

Dalam kondisi tersebut, warga berupaya melakukan penanganan secara mandiri sembari mencari bantuan untuk mengendalikan kobaran api.

Bantuan kemudian datang dari dua perusahaan swasta, yakni PT TSH (Tah Sung Hung) Kersana dan PT Hejira Parereja Banjarharjo. Kedua perusahaan tersebut mengerahkan armada pemadam dan personel untuk membantu proses pemadaman.

Kerja sama antara warga dan tim pemadam dari kedua perusahaan tersebut akhirnya berhasil mengendalikan api. Kobaran api dapat dipadamkan sebelum menjalar lebih jauh ke permukiman warga.

Berkat sinergi warga dan bantuan mobil pemadam dari kedua perusahaan tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum meluas ke lebih banyak rumah warga," ujar Dedy.

Tidak adanya korban jiwa menjadi hal yang disyukuri dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran ini juga menyoroti kesiapan sarana pemadam kebakaran di tingkat wilayah ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.
( Aris Hadi )

Post a Comment