INTEGRITAS.web.id - LUBUK PAKAM, Investor asal China membidik Kabupaten Deli Serdang sebagai lokasi pengembangan sejumlah proyek industri, khususnya sektor daur ulang. Salah satu rencana yang tengah dijajaki adalah pembangunan pabrik pengolahan sampah elektronik menjadi produk bernilai ekonomi.
Rencana investasi tersebut terungkap dalam audiensi investor dengan Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS di Lubuk Pakam, Jumat (18/9).
Investasi tersebut dinilai memiliki potensi besar terhadap perekonomian daerah, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Deli Serdang.
Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan mengatakan, Deli Serdang memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung pengembangan industri, mulai dari posisi strategis sebagai daerah penyangga, luas wilayah hingga konektivitas.
Pemkab Deli Serdang, kata dia, terus membuka ruang bagi investor yang ingin mengembangkan usaha dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Deli Serdang terus membuka ruang bagi investasi yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui penjajakan industri daur ulang bersama investor asal China,” ujar Asri Ludin.
Menurutnya, pemerintah daerah siap memberikan kemudahan sesuai ketentuan yang berlaku agar investasi yang masuk dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun demikian, investasi tetap harus berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Peluang membuka ribuan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, namun tetap sesuai aturan yang ada,” tegasnya.
Potensi 10.000 Pekerja
Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo mengatakan, peluang pengembangan industri di Deli Serdang masih terbuka lebar. Saat ini, terdapat lebih dari 400 pabrik di wilayah tersebut.
Ia menilai kedatangan investor menjadi peluang untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran bapak menjadi peluang bagi tumbuhnya industri di Deli Serdang yang bermanfaat bagi perluasan akses kesempatan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, juru bicara investor, Siswanto, mengungkapkan investor asal China memiliki sejumlah rencana proyek yang ingin dikembangkan di Deli Serdang.
Sebagian besar proyek tersebut bergerak di sektor industri daur ulang, termasuk pengolahan sampah elektronik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi.
Ada banyak proyek yang mau dijalankan. Sebagian besar mereka fokusnya ke daur ulang. Mereka ingin mengelola sampah elektronik menjadi sesuatu yang berharga,” katanya.
Salah satu rencana pembangunan pabrik bahkan diperkirakan mampu menyerap antara 5.000 hingga 10.000 tenaga kerja. Jumlah tersebut berkaitan dengan sistem produksi yang direncanakan menggunakan tenaga kerja secara manual.
Tertarik Konektivitas
Siswanto menambahkan, potensi wilayah dan konektivitas menjadi salah satu pertimbangan investor dalam memilih Deli Serdang sebagai lokasi pengembangan usaha.
Selain itu, komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan bagi investasi juga menjadi faktor yang menarik minat investor.
Selain karena wilayah dan konektivitas, para investor tertarik ke Deli Serdang karena komitmen Bupati dan Wakil Bupati yang memberikan kemudahan terhadap investasi,” tambahnya.
Jika rencana tersebut direalisasikan, investasi industri daur ulang tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja sekaligus mendorong berkembangnya sektor industri pengolahan di Deli Serdang.
Audiensi turut dihadiri Kepala Bappedalitbang Yetti Sembiring, Kepala Dinas DPMPTSP Rio Laka Dewa, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Faisal Rahman, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Syahdin Seria Budi Pane, Kepala Dinas Cikataru Rachmadsyah, Kepala Dinas Kominfostan Sandra Dewi Situmorang, Leo Widjaja, Guan Xijin, Zhang Kai serta tokoh masyarakat Tionghoa Ali Johnsen. (Sopian)
Posting Komentar