INTEGRITAS.web.id - NAMORAMBE, Wajah bahagia terpancar dari raut Ngateni, warga lanjut usia di Desa Sudi Rejo, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Di usia senjanya, ia akhirnya mendapat kesempatan menempati rumah yang lebih layak. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan akan diperbaiki melalui bantuan zakat aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Deli Serdang.
Bagi Ngateni, rumah baru itu bukan sekadar bangunan dengan dinding dan atap. Ada rasa aman yang kini mulai tumbuh setelah bertahun-tahun tinggal dalam kondisi rumah yang membuatnya khawatir ketika hujan turun.
Alhamdulillah, terima kasih kepada semua pegawai. Semoga rumah ini berkah buat kami sekeluarga dan gak takut bocor lagi,” kata Ngateni, Jumat (25/9/2026).
Hari itu menjadi momen istimewa baginya. Peletakan batu pertama rumah dilakukan langsung Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan bersama Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Deli Serdang H Surya Putra.
Pembangunan rumah ditargetkan selesai dalam 25 hari. Warga sekitar juga dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam proses pembangunannya.
Dengan demikian, kebaikan dari zakat tersebut tidak berhenti pada pembangunan rumah. Kehadirannya juga menggerakkan ekonomi warga sekitar yang ikut bekerja menyelesaikan rumah Ngateni.
Dari zakat menjadi harapan
Bupati Deli Serdang mengatakan, bantuan tersebut bersumber dari zakat ASN beragama Islam yang dikelola Baznas.
Ini dananya dari para ASN beragama muslim. Doakan mereka sehat selalu dan semoga rumah ini menjadi berkah, bukan hanya untuk nenek sekeluarga, tapi juga para ASN,” ujar Asri Ludin.
Ia berharap rumah tersebut dikerjakan dengan sebaik mungkin sehingga benar-benar memberikan manfaat dan kenyamanan bagi Ngateni bersama keluarganya.
Bapak-bapak bisa bekerja dengan baik dan buatlah yang terbaik untuk tetangganya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Baznas Deli Serdang H Surya Putra mengatakan, pembangunan rumah Ngateni merupakan bagian dari program bantuan rumah layak huni yang menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Tahun ini sebanyak tujuh rumah yang akan dibedah. Prioritasnya untuk masyarakat desil satu dan dua,” ujar Surya.
Sebuah rumah, sebuah ketenangan
Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya tempat untuk pulang. Namun bagi Ngateni, rumah yang layak berarti sesuatu yang jauh lebih sederhana sekaligus berharga: tidur tanpa rasa cemas ketika hujan datang.
Kini, harapan itu perlahan diwujudkan melalui kepedulian para ASN dan kerja bersama masyarakat.
Dari zakat yang dikumpulkan, sebuah rumah dibangun. Dari rumah itu, tumbuh harapan baru bagi seorang warga lanjut usia.
Dan bagi Ngateni, rumah tersebut kelak bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan yang terus berjalan, masih ada orang-orang yang peduli.( Sopian )
Posting Komentar