INTEGRITAS.web.id - PANTAI LABU  Desa Ramunia I, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, mengikuti evaluasi pelaksana terbaik Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PTP2WKSS) tingkat Provinsi Sumatera Utara, Jumat (9/10).

Evaluasi tersebut menjadi tolok ukur sejauh mana program pemberdayaan perempuan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan perbaikan lingkungan permukiman.

Tim evaluasi Provinsi Sumatera Utara dipimpin Budi Prayogi, yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD Dukcapil) Sumatera Utara. Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa.

Bupati mengapresiasi Desa Ramunia I yang dipercaya mewakili Kabupaten Deli Serdang dalam evaluasi tingkat provinsi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil pembinaan sejak desa itu ditetapkan sebagai desa binaan PTP2WKSS pada 2022, yang kembali diperkuat Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pada 2026.

Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari dukungan terhadap program Satu Desa Satu Sarjana, bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penanganan anak stunting dengan anggaran mencapai Rp100 juta. Pelaksanaan program tersebut dilakukan secara swakelola oleh kader dan TP PKK desa.

Ini merupakan kemajuan dan perbaikan tata kelola pemerintahan desa yang sudah ditunjukkan dengan baik. Saya berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil yang baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Bupati.

Namun, keberhasilan program pemberdayaan tidak semestinya hanya diukur dari capaian saat penilaian. Keberlanjutan kegiatan dan manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan keluarga.

Bupati menegaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Selain mengelola rumah tangga, perempuan juga menjadi penggerak berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk pelayanan Posyandu dan pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ia berharap pemerintah desa dan kabupaten terus memberikan dukungan agar program pemberdayaan perempuan tidak berhenti setelah evaluasi selesai. Jika menunjukkan hasil yang baik, Ramunia I diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Deli Serdang.

Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, juga menekankan pentingnya kesinambungan program PTP2WKSS. Menurutnya, evaluasi harus menjadi tolok ukur untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan penilaian.

Program yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi, Budi Prayogi, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan untuk melihat keberhasilan program pembangunan yang melibatkan pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, TP PKK, dan masyarakat.

Aspek yang menjadi perhatian meliputi peningkatan kesejahteraan keluarga dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, serta perbaikan sarana dan prasarana lingkungan.

Melalui evaluasi ini, tim ingin memastikan berbagai program yang telah dilaksanakan memberikan perubahan dan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama keluarga yang rentan secara ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” terangnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan laporan pelaksanaan PTP2WKSS oleh kepala desa, Ketua TP PKK Desa Ramunia I, dan perwakilan warga binaan kepada tim evaluasi provinsi, disaksikan Bupati Deli Serdang dan Ketua TP PKK kabupaten.

Hasil evaluasi diharapkan tidak hanya menjadi penentu prestasi Desa Ramunia I di tingkat provinsi, tetapi juga menjadi dorongan untuk memastikan program pemberdayaan perempuan terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.( Sopian )


Post a Comment